Info :
Bonus Refferal 5% + 1% Setiap Mengajak Temannya Bermain Di Tempat Kami
  • bbmD3F62DE3

  • wa+855 92 233 058

  • wechatBuanabet

  • lineBuanabet

DEMOKRASI-INDONESIA-(SABUNG-AYAM)

2010, Demokrasi Indo Bergaya Ayam Sabung

13/06/2017 | 04:39

Demokrasi Indonesia Pada Tahun 2010 Masih Bergaya Ayam Sabung

SABUNG AYAM ONLINE – Proses demokrasi di Indonesia saat ini secara umum masih berkutat pada demokrasi substansial seperti yang di cita-citakan yang di katakan oleh Guru besar Universitas Padjajaranm, Prof Dr. Dede Mariana Msi.

“Kita ini berdemokrasi prosedural saja masih terlatih-latih., Kalau soal penerapan aturan dan juga tahapan Pemilukada masih belum beres,” tutur pakar politik dari Universitas Padjajaran, Bandung, Prof Dr. Dede Mariana Msi saat berkunjung ke redaksi Tribun Manado.

Menurutnya sih Indonesia masih butuh waktu beberapa tahun untuk sampai pada kedewasaan demokrasi. ” Ada juga yang mengatakan bahwa kedewasaan demokrasi masyarakat kita itu bisa di lihat dari bagaimana kita berbahasa. Nah, Kita lihat saja cara para politikus kita berbahasa nantinya,” ujarnya.

Dede juga mengkritisi penggunaan beberapa istilah yang ada dalam dunoa demokrasi Indonesia. “Kita sering sebut ‘pesta demokrasi’. Nah, kalau pesta biasanya ada yang terinjak. Juga ada istilah yang namanya kendarana politik. Jadi partai politik itu kesannya memang hanya jadi kendaraan calon saja,” kata pria yang tahun lalu mendapat gelar guru besar itu.

Yang lebih di kritisi oleh Dede itu sebenarnya adalah soal idealisme dalam berpolitik. ” Kita masih belum sampai ke tataran perang ideologi. Demokrasi kita masih gaya sabung ayam. Jagoan saya ini harus menang,” Ucapnya.

Kendati demikian ia tetap saja yakin dan optimis akan masa depan demokrasi. “Ya, memang butuh suatu transisi. Dalam Konteks global kita dapat mencontohi negara yang menjalankan demokrasi secara berhasil, benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat, misalnya seperti di Finlandia,” terangnya.

Seperti yang di jelaskan dalam beberapa negara literatur atau negara yang menerapkan welfare state (negara kesejahteraan) seperti Finlandia, pemerintahnya pun memberikan penghargaan terhadap pelaku ekonomi yang produktif, ia juga menyediakan alokasi dana dan daya untuk menjamin pemerataan dan kompensasi bagi mereka yang tercecer dari persaingan pembangunan.

Pemecahan masalah kesejahteraan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpang dan ketelantaran tidak di lakukan melalui proyek-proyek sosial parsial yang hanya berjangka pendek. Melainkan di atasi dengan terpadu oleh progam-progam jaminan sosial (social security), seperti pelayanan sosial, rehabilitas sosial, serta sebagai tunjangan pendidikan, kesehatan, hari tua, dan pengangguran. Anggaran negara untuk progam sosial mencapai lebih dari 60 persen dari total belanja negara.

Di ujung pembicaraan itu Dede juga ikut menyoroti kisruh Pemilukada yang ada di Sulawesi Utara, terutama menyangkut penahanan seorang calon gubernur oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

“Kalau memang di tetapkan tersangka, ya mungkin asas praduga tak bersalah harus di jalankan dengan sebaik mungkin. Kalau soal pertahanan, sejauh ini masih jadi tersangka dan di jamin tidak melarikan diri ataupun sengaja di hilangkan barang bukti, sebetulnya tidak perlu di tahan,” ucapnya.

  • bank bca
  • bank mandiri
  • bank bri
  • bank bni
Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Googleplus
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • s128
  • cf88id
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers